Pematang Hati

aku dan sisi lain hatiku

  • About

adalah engkau

Posted by dhe on Februari 20, 2012
Posted in: Tentang Hati. Tinggalkan sebuah Komentar

kau adalah sinar yang datang  paling pagi, menjetikkan jari ditiap butiran embun, menyeruak disela pohon menginjak pucuk rerumputan, meniupkan deru di bentangan cakrawala.

kau adalah terang menghangat pesona, menebar wewangian menggelayut di tarian bayu, menghantarkan silir kesegaran, yang menenangkan jiwa.

kau adalah temaram menemani awan tenggelam di ujung kaki langit, melukiskan warna lembayung, menebarkan percikan sinar yang bernama bintang, hadir di kelamnya langit, menyatukannya dengan ribuan mimpi.

kau adalah pagi hingga pagi, yang merayapi hari tanpa jeda, yang memenuhi hati tanpa sela,

tetapi tahukah engkau?

bahwa kau itu adalah engkau,

kau adalah engkau menyatu dengan jiwa yang bertahta diragaku

 

20.02.12

kembalilah tersenyum, biar angin membawa pergi sakitmu

mengapa

Posted by dhe on Februari 15, 2012
Posted in: Mosaik Kata. Tinggalkan sebuah Komentar

kau yang selalu temaniku

mengapa?

mengapa hanya kau yang ada

bayu tak menyapa

semilirpun tak singgah

bahkan pintupun tak terbuka untukmu

jendela itu tersibak

karena

kumenunggunya

dalam bungkus kebahagiaan dan cinta

15.02.2012

dibawah kerling bintang

Posted by dhe on Januari 31, 2012
Posted in: Lukisan jemari. Tinggalkan sebuah Komentar

Lepas sudah semua beban yang akhir-akhir ini menghimpitku, kupeluk bintang-bintang kecilku, aku tertawa melihat senyumnya mengembang, melihat binar indah yang  menghias matanya, yang selalu membuatku jatuh cinta.

 

Angin bertiup perlahan menemani senja yang kian tenggelam, meninggalkan selarik warna jingga membuat mata enggan terpejam meski hanya sekejap.

”hari ini kita melewati angka 13 De” kata Al sambil memegang tanganku

”semoga kita tetap langgeng dan bahagia sampai tua” sambungnya sembari menciumku

Aku tersenyum mengiyakan, perasaan bahagia menyusup di rongga jiwaku rasa yang mengalir dari genggam tangannya menghangatkan ruang hatiku. Tiga belas tahun sudah aku hidup bersama Al, laki laki yang telah memberiku 3 anak yang manis dan begitu banyak kebahagiaan. Seseorang yang sebenarnya biasa saja, tapi menjadi begitu istimewa.

 

Aku pergi ke kantor dengan berbasah basah, hujan deras datang sepagian, membuat air yang seharusnya mengalir di parit meluap menutupi jalan, butir butir airnya tersibak membasahi semua yang melintas saat kendaraan bermotor melewatinya, dan angin yang nakal membawa tetesan hujan tak berarah, membuatku basah meski aku telah berlindung dibawah naungan payung lebar.

“ciiee ada yang dapet kiriman bunga tuh…?” goda Aya

“ada kuenya juga lho… kita mau dong..” sahut temanku yang lain

Aku membelalakkan mataku, ”mana?’ sahutku cepat.

”ya dimejamu lah.”

”selamat pagi mbak, tadi ada kiriman bunga dan makanan buat mbak, sudah saya taruh dimeja” sapa mas OB ramah

”makasih ya mas’ sahutku sembari tersenyum

Pasti dari Al nih, tumben jadi romantis.

Kobolak balik kotak kue didepanku, tapi tak kutemukan nama pengirimnya lalu kuambil rangkaian bunga segar yang masih tergeletak diatas meja, kubuka kartu mungil yang menyertainya, tertulis kata selamat pagi dan inisial H disana, menyisakan tanya dihatiku.

“Mas, beneran kiriman ini untuk saya?” tanyaku ke mas OB

”benar kok mbak, tadi yang ngirim bilang kiriman ini buat mbak Dewi, kenapa to mbak?”

”ehm gak pa2 kok, cuma takut salah, ya udah makasih ya mas”

 

Berkas yang begitu banyak, surat surat yang menumpuk membuatku begitu sibuk hari ini, aku masih berkutat dengan pekerjaan ku hingga mendengar suara HP yang berdering terus menerus, nomor yang asing, biasanya aku gak pernah menghiraukan telepon tanpa nama yang masuk, tapi kali ini aku penasaran.

”Pagi De, suka gak sama kue dan bunganya?” kata suara diseberang

O, jadi yang menelpon nih si pengirim misterius itu, tapi kok aku gak kenal sama sekali sama suaranya ya

”ehm, maaf dengan siapa ya?” tanyaku

’aku dah susah payah milihin bunga dan kuenya, kalau kamu gak suka kan jadi sia-sia”

”tapi ini siapa ya?”

”aduh ternyata kamu benar benar nggak mengenaliku ya, aku adalah seseorang yang paling sering duduk disebelahmu”

”maaf, aku gak ingat nih”

”aku Lambang, Herlambang ingat kan?’

”kamu.Herlambang?. inget.. inget!!! kamu kan suka bikin onar dulu”

”ha..ha..ha..” terdengar tawamu begitu renyah

”iseng amat pake kirim bunga segala”

”itu buat nebus penyesalanku yang dulu gak berani memberimu bunga”

 

Kami ngobrol dari a sampai z, ternyata asik juga ngobrol panjang lebar sama teman lama.

Aku jadi ingat jaman sekolah dulu, kelasku terkenal super, bukan karena pinter tapi karena badung, dan Herlambang jadi salah satunya, meski begitu kami kompak habis.  Mendadak aku kangen sama mereka, tersenyum aku mengingatnya.

Sejak hari itu hampir setiap pagi aku mendapat berbagai kejutan darinya belum lagi telepon dan sms konyolnya yang tak berjeda, meski kami tak pernah bertemu, aku jadi merasa dekat dengannya. Semua hal dia ceritakan padaku, termasuk kehidupan pribadinya sebenarnya itu tidak menjadi masalah buatku, namun kadang aku merasa ada yang janggal, ada sesuatu yang diluar batas buatku.

 

Lama kelamaan aku merasa tidak nyaman, aku ingin melepaskan banyak hal dari diriku satu persatu, tanpa merusak yang lainnya, seperti mengambil duri dari batang tanpa meluruhkan kelopak bunganya. Kuceritakan semua kegalauanku tentang Lambang, tentang semua hal yang berkaitan dengannya, dan menurut Al, Lambang hanya membutuhkan teman curhat dan dia memilihku untuk itu, suamiku memang gak pernah melarangku dekat dengan semua temanku termasuk teman pria, karena dia tahu siapa aku, bahkan dia menyuruhku menemui Lambang untuk meyakinkan semua akan baik baik saja.

 

Langit berwarna jingga, saat kujejakan kakiku didepan rumah bercat putih dengan bunga beraneka warna yang tertata rapi, dua pohon besar menaungi tanaman perdu, menambah kesejukan. Kuketuk pintu rumah Lambang, kutetapkan hati menemuinya, aku ingin membicarakan banyak hal dengannya, terlebih aku ingin memastikan bahwa tidak ada yang salah dengannya.

”Silakan duduk dulu  jeng,” kata perempuan yang meski sudah sepuh tapi masih kelihatan cantik dan anggun.

”Ini Jeng Dewi kan…. teman SMA nya Lambang ?” tanyanya lagi

Aku senyum setengah bingung, darimana beliau tahu aku Dewi, bertemu saja baru kali ini, dan aku juga gak bilang kalau aku mau datang.

 

Rumah yang menyenangkan, dengan sentuhan khas perempuan jawa, dan jendela jendela yang lebar membuat aroma daun terasa sejuknya,

”Jeng, Lambang sedang mandi, ibu temani dulu ya

”Jeng Dewi sekarang lenggah dimana, sudah kromo belum?”

”kok bisa sampai kesini jeng, tentu Lambang akan senang sekali”

Tanya beliau bertubi-tubi, belum sempat aku menjawab Lambang keluar dengan senyum khasnya.

”kaget ya.. kalau ibu mengenalmu” katanya sambil tertawa

Seakan tahu apa yang ada dipikiranku, digandengnya tanganku masuk keruang kerjanya, mataku terpaku pada lukisan perempuan yang dipajang didinding, wajah yang sangat aku kenal. Aku gak tahu pasti berapa lama aku terdiam aku merasa ada yang salah yang tak bisa kubiarkan aku tahu kalau dia berharap lebih, tapi tidak denganku, aku ingin dia tahu bahwa dia hanyalah  temanku, hanya teman tidak lebih.

 

Mendadak aku terdiam aku tak lagi bisa   bicara, hanya mendengarkannya, dan aku tidak suka dengan apa yang ia bicarakan, ”cinta” mungkin kalau itu cinta dimasa lalu aku akan tertawa mendengarnya, tetapi itu adalah cintanya saat ini, apalagi cinta yang dia bicarakan adalah cinta dan keinginanya hidup bersamaku, sungguh bukan pada tempatnya, dan yang paling menyebalkan, Lambang nekat bersimpuh dikakiku memohon cinta, tak peduli walau aku tak lagi sendiri, aku merasa sia sia aku menemuinya, aku merasa tak perlu lagi bicara karena aku tahu dia tak akan pernah peduli dengan segala omonganku.

 

Sejak aku menemui Lambang aku tak mau lagi berhubungan dengannya, aku merasa bersalah telah memberinya kesempatan untuk dekat denganku, aku berharap Lambang akan mengerti bahwa apa yang dikejarnya itu salah. Ternyata semua itu tidak membuat Lambang sadar, dia mengatakan pada banyak orang kalau kami saling mencintai,  bahkan nekat menemui Al memintanya untuk melepaskanku. Sungguh perbuatan yang jauh dari dugaanku.

 

Al menatapku dengan tatapan sayang, dan senyum yang begitu tulus, aku merasa beruntung hidup bersamanya, aku hanya bisa diam disebelahnya, menatap langit diatasku yang bertaburan bintang, sesekali mataku mengikuti gerak awan tipis yang menutupi kerlip bintang kurapatkan tubuhku di pelukan Al, aku tak ingin kehilangan cintanya. Ribuan bintang di bentangan langit mengerling malu, seakan tahu  kalau aku tengah terlena dalam hangatnya cinta.

 

 

31-01-2012

Percaya… semua akan baik baik saja

 

Menanti keajaiban…

Posted by dhe on Januari 3, 2012
Posted in: Tentang Hati. Tinggalkan sebuah Komentar

Saat kembang – kembang api beterbangan.. membuat bunga bunga dan percikan yang menawan.. dan gegap gempita sorak serta suara terompet yang bersautan…aku merasa seperti membuka lagi lembar lembar kertas usang yang penuh dengan coretan, yang tak lagi bisa dihapus karena saat penghapus menggeseknya dia akan robek dan tak lagi berbentuk.

 

Coretan yang menjadi hal yang begitu luar biasa dalam kehidupanku, dimana aku pernah merasa dicampakkan dan tidak dianggap sama sekali, sangat menyakitkan apalagi kalau orang yang menganggap kita tidak ada adalah orang yang begitu kita cintai, tak mungkin aku lupa bagaimana rasanya…..  aku dianggap ada hanya bila dibutuhkan selebihnya aku adalah sampah… jangankan dilihat..dilirikpun tidak.. aku benar benar merasa dicampakkan, aku merasa sendirian, terjebak dalam arus kehidupan yang tetap harus kupertahankan…., dihimpit begitu banyak beban, tanpa kesempatan untuk berkeluh kesah dan berhenti untuk melepas lelah, berteman airmata dan Dia, berharap agar bintang-bintang kecilku tetap tersenyum… karena hanya mereka yang mampu membuatku berdiri, meski kenyataannya aku tetap saja terperosok tak sanggup menopang beratnya beban dan sakit.

 

Sungguh tak kusangka, dalam keterperosokanku aku merasa sangat dicintai, tak kukira aku mendapat limpahan cinta yang begitu besar dari Nya dan dia, membuatku sadar kalau kemarin aku tidaklah dicampakkan, tetapi di diamkan karena sebuah keterpaksaaan dan rasa malu karena kesalahan, dalam keterpurukanku engkau merengkuhku tak hendak melepaskanku, kembali airmataku jatuh melepasan semua galau dan sesal, aku tahu engkau tak akan pernah melepas genggamu dari tanganku seumur hidupku…

 

Bersama percik kembang api di langit malam ini.. aku tersenyum mengharap suatu keajaiban kembali mendatangiku, mengiringiku melangkah bersamamu dengan senyum dan kebahagiaan

 

 

Berharap keajaibanMu datang bersama bintang-bintang di langit

01012011

Selamat hari ibu……….

Posted by dhe on Desember 22, 2011
Posted in: Tentang Hati. Tinggalkan sebuah Komentar

 

Hari ini sama dengan  hari hari yang lalu, biasa saja tidak ada yang istimewa, dan dengan aktifitas yang sama. Namun meski biasa saja, aku merenungkan banyak hal tadi malam karena hari ini…, ehm….kuingat lagi satu persatu lembaran di hidupku,  banyak kebahagiaan, cinta, dan perhatian yang kudapat, meski tak kupungkiri ada sesal juga duka yang menghampiri dan membuat hidup menjadi pelangi.

Dari banyak hal yang kuingat ada sesuatu yang menggelitik hatiku,  hal hal kecil bahkan kadang begitu sepele yang membuatku bahagia teramat sangat, yang bagi seorang anak mungkin menjadi sesuatu yang biasa…..saat elang kecilku yang dengan begitu manjanya membisikkan kata ”I love u mama” sembari tersenyum dan menciumiku geli, saat Megan bilang masakanku enak sekali…sambil makan dengan lahapnya, saat Eca mampu membuatku tenang, dengan senyum manisnya yang begitu meyakinkan.

Aku menangis mengingatnya…., ternyata……..begitu mudah membuat seorang ibu bahagia, aku jadi ingat ibu…… betapa senangnya ibu kalau aku menengoknya, betapa keceriaan tak bisa dia sembunyikan dari suaranya yang jauh disana saat aku meneleponnya, bahkan airmatanya pun jatuh hanya dengan aku memeluknya…. ah Ibu…..

Meski aku kadang membuat Ibu sedih……tetapi sungguh aku selalu ingin membuat Ibu bahagia, bukan dengan hal yang luar biasa dan istimewa, tapi dengan hal hal yang sederhana, karena hanya sebuah kesederhanaan yang mampu kupersembahkan untuk Ibu.

Pagi ini ingin kupetik sekuntum mawar dan kupersembahkan bersama cinta tulusku.. untuk Ibu dengan kata yang mungkin tak sanggup kuucapkan ”terimakasih atas semuanya Ibu”

……..selamat hari ibu… Ibu….

 

22-12-2011

Mengingatmu….

Posted by dhe on Desember 22, 2011
Posted in: Mosaik Kata. Tinggalkan sebuah Komentar

ingatkah kamu…

pada bunga bunga mawar yang tumbuh disela sela pagar

yang pernah kau petik dan kau lemparkan pada seseorang

pada sepeda keranjangku yang jauh dari bagus

tapi selalu bisa membawamu pulang bersamaku

pada bangku didepan gerbang,

tempat engkau duduk berlama lama menunggu seseorang

pada buku buku yang terserak

yang kau ukir dengan tulisan tanganmu

tahukah kamu

kalau aku tak pernah suka dengan caramu membaca puisi

meski banyak orang bilang itu mengagumkan

kalau aku tak pernah rela kamu diperlakukan seenaknya

meski kamu diam saja

kalau aku selalu iba dengan apa yang ada padamu

walau kamu merasa bahagia dengan semuanya itu

sekarang

semua itu tlah berlalu

yang ada hanya kamu dan aku…

dengan bentangan jarak dan waktu…

yang kadang menjadi terasa begitu jauh

karena rindu….

 

16-12-2011

Berharap bisikku sampai kepadamu….

Melewati awan yang tengah berarak diatasmu…

Jika aku….

Posted by dhe on Desember 14, 2011
Posted in: Mosaik Kata. Tinggalkan sebuah Komentar

jika aku  rumput liar…

yang tumbuh diantara aneka bunga…

kan kuambil semua harumnya..

kan kubuang tiap onak duri..

hingga.. walau rumput liar..

aku lebih harum dari semua bunga

lebih indah dari semua warna…

dan meski tanpa duri..

batangku setajam belati…

yang sanggup merobek relung hati…

 

09-12-2011

Ternyata…

Posted by dhe on Desember 14, 2011
Posted in: Tentang Hati. Tinggalkan sebuah Komentar

Tiba tiba saja aku merasa ada yang hilang, saat kau balikkan langkahmu semakin menjauhiku, dan aku tersadar kalau engkau adalah sebuah kenyataan bukan tokoh kartun yang sekedar lewat dalam hayalan, bukan pula mimpi yang hadir disiang hari, aku paham meski begitu jauh terentang jarak dan waktu, engkau tetap ada walau tiada bagiku, dan engkau tiada tetapi sesungguhnya ada buatku, karena tangan tangan kecilmu mencoretkan warna disepanjang hiduku, karena senyum dan tawamu menemaniku sejak masa kecilku, jauh sebelum aku menyadari mengapa, benar katamu aku akan merasa kehilangan saat kau pergi, tanpa pernah merasakan kehadiranmu saat kau ada, ehm.. kadang semua ini membuatku tertawa, saat hidup dipenuhi banyak cinta dan  perhatian, saat tiba tiba saja air mata tak lagi bisa dibendung, saat penyesalan seakan tak berujung…., sungguh menjadi sesuatu yang luar biasa, sama seperti saat ini kalau ternyata langkahmu membekaskan sesuatu dihidupku, sepintas itu tak berarti tetapi kadang menjadi  sesuatu yang begitu sarat makna…

14-12-2011

pojok kubik….

sambil menghitung “jari” yang datang bertubi tubi

 

Aku mencintaimu…

Posted by dhe on November 17, 2011
Posted in: Tentang Hati. Tinggalkan sebuah Komentar

kemarin… mendengarkan tembang cinta dari Broery… membuatku teringat akan belasan tahun lalu.. saat aku berada diantara rasa percaya dan tak percaya berada dalam genggam cintamu…. percaya sepenuhnya bahwa cintamu benar benar ada untukku.. tapi juga tak percaya dapat berjalan terus bersama cinta yang kau miliki…

sungguh… aku benar benar tak lagi bisa berpaling.. tapi aku juga merasa tak bisa melangkah.. hingga satu demi satu semua tabir itu terbuka… dan Dia memberi jawaban yang indah… hingga kata “Bila” yang selalu kudendangkan.. tak lagi menjadi sebuah pertanyaan

aku mencintaimu… ya.. aku mencintaimu…. dulu sekarang.. sampai kapanpun….

 

saat kuterbuai… “BILA”

16.11.11

Camar laut

Posted by dhe on November 15, 2011
Posted in: Mosaik Kata. Tinggalkan sebuah Komentar

kupejamkan mata…..

gelap tanpa terang tanpa warna..

hanya hembus angin yang menyapa

kukepakkan sayap..

ringan tanpa beban tanpa suara…

hanya ombak yang membisik…

membiarkanku terbang…

mengitari seluruh jagad raya..

tanpa tempat hinggap

membiarkanku melayang

menebas seluruh batas

tanpa tempat singgah…

 

23 Sept 2011

Posts navigation

« Tulisan lama
  • Tulisan Terkini

    • adalah engkau
    • mengapa
    • dibawah kerling bintang
    • Menanti keajaiban…
    • Selamat hari ibu……….
    • Mengingatmu….
    • Jika aku….
    • Ternyata…
    • Aku mencintaimu…
    • Camar laut
  • Blogroll

    • Cute
    • Jeng Hentoel
  • Kategori

    • Copas (2)
    • Corat-coret (3)
    • Kosong (2)
    • Lukisan jemari (1)
    • Mosaik Kata (23)
    • Tentang Hati (25)
Blog pada WordPress.com. Theme: Parament by Automattic.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Powered by WordPress.com